Jogjakarta "Njogja" Kota Budaya
Njogja….
Ketika mendengar kata ini, rasa-rasanya familiar.
“Njogja” memang tak asinng di telinga. Ya “Njogja” memang berasal dari kata
Jogja. Kota istimewa yang membuat mereka yang pernah ke sana sangat
berkesan. Sekali berkunjung ke kota ini,
selalu membuat kita ingin ke sana lagi, dan lagi. Ada semacam magnit yang membuat kita selalu ingin kembali ke sana.
Kota yang selalu membuat kangen ini memiliki sejarah panjang.
Sedikit ulasan mengenai awal mula terbentuknya Jogjakarta. Tanggal 7 Oktober 1756 menjadi hari yang
sangat bersejarah bagi Jogja. Pada hari itu Sri Sultan Hamengkubuwono 1, untuk
pertama kalinya memasuki Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Sebelumnya Sultan
beserta keluarganya tinggal di Pesanggrahan Ambarketawang. Prosesi boyongan
inilah yang nantinya akan diperingati sebagai hari jadi kota Yogyakarta.
Itulah sepenggal kisah sejarah tentang Yogyakarta. Anda
mungkin lebih akrab dengan sebutan Jogja. Apapun itu, baik Djogja, Yogya,
Yogyakarta, Ngayogyakarta ataupun “NJogja,” pada intinya tetaplah sama, merujuk
pada kota yang selalu istimewa ini.
Memang, terkesan berlebihan dan fanatik Namun, Jogja selalu menawarkan keramahan yang tidak
akan ditemukan di tempat lain. Suasananya, tegur sapa penduduknya, sampai
dengan adat istiadatnya. Semua itu berbalut menjadi satu dalam romantisme kota
Jogja.
Jogja merupakan representasi dari daerah-daerah lain di
wilayah Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, atau biasa kita kenal dengan
sebutan Provinsi DI Yogyakarta. Selain Kota Yogyakarta, DIY juga membawahi
Kabupaten Gunungkidul, Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul serta Kabupaten
Kulonprogo. Namun, ketika merantau dan ditanya akan mudik kemana, pasti banyak
yang akan menjawab “pulang ke Jogja”, meskipun rumahnya di Bantul atau Sleman.
Berbicara tentang Jogja, berarti berbicara tentang
romantikanya. Bagaimana menikmati
Malioboro dengan lesehannya di malam hari. Bahkan sekedar nongkrong di
angkringan sampai larut malam pun akan menyisakan banyak kenangan.
Juga betapa syahdunya melewati malam dengan duduk berdua di
nol kilometer Jogja sambil memandang kerlap-kerlip lampu. Bisa juga menikmati
malam dengan naik sepeda hias keliling alun-alun selatan. Stasiun Tugu pun tak
kalah romantisnya.
Bagi mereka yang bukan orang Jogja, tapi pernah kuliah di sana,
pasti move on dari kota yang memberikan kenangan saat mulai kuliah hingga lulus
dan diwisuda, dengan perjuangan yang luar biasa. Hari-hari saat beraktivitas di
kota ini, pasti akan dipenuhi kenangan akan suasana Jogja. Anda pasti akan
rindu dengan sekatenan, sunday morning di UGM, ataupun juga beli mie rebus di
burjonan. Atau menikmati SGPC di sekitaran Bulaksumur. Nyaris setiap sudut kota
memberikan kenangan yang tak bisa dilupakan. Semua hal yang dialami di kota ini
akan selalu membekas di hati dan membuat ingin kembali.
Kota mana lagi yang penduduknya selalu menyapa ramah setiap
pendatang, selain kota Jogja? Bahkan, dengan mereka yang tidak dikenalnya pun
warga Jogja selalu tegur sapa. Sopan santun dari anak-anak kecil pun masih
terjaga. Bukti kalau adat istiadat jawa yang banyak mengajarkan tata krama
masih terus dipelihara sampai saat ini.
Satu hal lagi yang tidak akan bisa dilupakan dari kota Jogja,
yaitu harga-harga yang murah. Dimana lagi kita bisa makan dengan uang 10ribu, tapi menunya ayam goreng lengkap
dengan lalapannya dan minumnya es teh manis kalau bukan di Jogja. Kalau tidak
percaya, tanyakan saja pada mahasiswa yang pernah kuliah di Jogja. Masih kurang
murah? Angkringan akan menjadi jawabannya.
Dengan banyaknya kenangan dan kenyamanan yang dimiliki kota Jogja kurang rasanya jika tidak membahas tempat penginapan yang nyaman dan terjangkau. Sebagai salah satu kota wisata, penginapan merupakan salah satu kewajiban bagi para pelancong untuk istirahat sambil menikmati indahnya kota Jogja. Sebagai salah satu pilihan yang terbaik adalah RedDoorz. Sangat banyak hotel di Jogja yang telah ber kerjasama dengan RedDoorz, mulai dari Guest House, hotel bintang 2 dan hotel bintang 3.
Akan sangat kurang apabila tidak mencoba mencari penginapan nyaman dan harga terjangkau di www.reddoorz.com atau download aplikasi RedDoorz di playstore. Walaupun memiliki harga terjangkau akan sangat menyenangkan apabila ada diskon tambahan.
Sama seperti pengalaman saya sebelumnya di tulisan saya sebelumnya bisa menggunakan kode promo : YUKJALAN maka akan mendapatkan potongan 25%.
Jadi tunggu apalagi segera telurusi dan cari tempat menginap terbaik di Jogjakarta.
-cts-




Komentar
Posting Komentar