Jogjakarta "Njogja" Kota Budaya


Njogja….

Ketika mendengar kata ini, rasa-rasanya familiar. “Njogja” memang tak asinng di telinga. Ya “Njogja” memang berasal dari kata Jogja. Kota istimewa yang membuat mereka yang pernah ke sana sangat berkesan.  Sekali berkunjung ke kota ini, selalu membuat kita ingin ke sana lagi, dan lagi. Ada semacam magnit yang  membuat kita selalu ingin kembali ke sana.

Kota yang selalu membuat kangen ini memiliki sejarah panjang. Sedikit ulasan mengenai awal mula terbentuknya Jogjakarta.  Tanggal 7 Oktober 1756 menjadi hari yang sangat bersejarah bagi Jogja. Pada hari itu Sri Sultan Hamengkubuwono 1, untuk pertama kalinya memasuki Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Sebelumnya Sultan beserta keluarganya tinggal di Pesanggrahan Ambarketawang. Prosesi boyongan inilah yang nantinya akan diperingati sebagai hari jadi kota Yogyakarta.

sumber : id.wikipedia.org


Itulah sepenggal kisah sejarah tentang Yogyakarta. Anda mungkin lebih akrab dengan sebutan Jogja. Apapun itu, baik Djogja, Yogya, Yogyakarta, Ngayogyakarta ataupun “NJogja,” pada intinya tetaplah sama, merujuk pada kota yang selalu istimewa ini.

Memang, terkesan berlebihan dan fanatik Namun, Jogja selalu menawarkan keramahan yang tidak akan ditemukan di tempat lain. Suasananya, tegur sapa penduduknya, sampai dengan adat istiadatnya. Semua itu berbalut menjadi satu dalam romantisme kota Jogja.

Jogja merupakan representasi dari daerah-daerah lain di wilayah Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, atau biasa kita kenal dengan sebutan Provinsi DI Yogyakarta. Selain Kota Yogyakarta, DIY juga membawahi Kabupaten Gunungkidul, Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul serta Kabupaten Kulonprogo. Namun, ketika merantau dan ditanya akan mudik kemana, pasti banyak yang akan menjawab “pulang ke Jogja”, meskipun rumahnya di Bantul atau Sleman.

Berbicara tentang Jogja, berarti berbicara tentang romantikanya. Bagaimana  menikmati Malioboro dengan lesehannya di malam hari. Bahkan sekedar nongkrong di angkringan sampai larut malam pun akan menyisakan banyak kenangan.

Juga betapa syahdunya melewati malam dengan duduk berdua di nol kilometer Jogja sambil memandang kerlap-kerlip lampu. Bisa juga menikmati malam dengan naik sepeda hias keliling alun-alun selatan. Stasiun Tugu pun tak kalah romantisnya.

sumber : id.wikipedia.org

Bagi mereka yang bukan orang Jogja, tapi pernah kuliah di sana, pasti move on dari kota yang memberikan kenangan saat mulai kuliah hingga lulus dan diwisuda, dengan perjuangan yang luar biasa. Hari-hari saat beraktivitas di kota ini, pasti akan dipenuhi kenangan akan suasana Jogja. Anda pasti akan rindu dengan sekatenan, sunday morning di UGM, ataupun juga beli mie rebus di burjonan. Atau menikmati SGPC di sekitaran Bulaksumur. Nyaris setiap sudut kota memberikan kenangan yang tak bisa dilupakan. Semua hal yang dialami di kota ini akan selalu membekas di hati dan membuat ingin kembali.

Kota mana lagi yang penduduknya selalu menyapa ramah setiap pendatang, selain kota Jogja? Bahkan, dengan mereka yang tidak dikenalnya pun warga Jogja selalu tegur sapa. Sopan santun dari anak-anak kecil pun masih terjaga. Bukti kalau adat istiadat jawa yang banyak mengajarkan tata krama masih terus dipelihara sampai saat ini.

Satu hal lagi yang tidak akan bisa dilupakan dari kota Jogja, yaitu harga-harga yang murah. Dimana lagi kita bisa makan dengan uang  10ribu, tapi menunya ayam goreng lengkap dengan lalapannya dan minumnya es teh manis kalau bukan di Jogja. Kalau tidak percaya, tanyakan saja pada mahasiswa yang pernah kuliah di Jogja. Masih kurang murah? Angkringan akan menjadi jawabannya.

Dengan banyaknya kenangan dan kenyamanan yang dimiliki kota Jogja kurang rasanya jika tidak membahas tempat penginapan yang nyaman dan terjangkau. Sebagai salah satu kota wisata, penginapan merupakan salah satu kewajiban bagi para pelancong untuk istirahat sambil menikmati indahnya kota Jogja. Sebagai salah satu pilihan yang terbaik adalah RedDoorz. Sangat banyak hotel di Jogja yang telah ber kerjasama dengan RedDoorz, mulai dari Guest House, hotel bintang 2 dan hotel bintang 3. 

Akan sangat kurang apabila tidak mencoba mencari penginapan nyaman dan harga terjangkau di www.reddoorz.com atau download aplikasi RedDoorz di playstore. Walaupun memiliki harga terjangkau akan sangat menyenangkan apabila ada diskon tambahan. 

Sama seperti pengalaman saya sebelumnya di tulisan saya sebelumnya bisa menggunakan kode promo : YUKJALAN maka akan mendapatkan potongan 25%. 

Jadi tunggu apalagi segera telurusi dan cari tempat menginap terbaik di Jogjakarta.

-cts-

Komentar

Postingan Populer